Datang dengan payung hitam
Rindu yang menyalak kini menjadi dendam
Dendam pada tungku yang terbakar dan sesak oleh cintanya
Kata seorang sebrang rumah pada ku
Ada asap malam yang pengap
Aku lantas berkumandang akan tadi siang
“kau hadirkan malam yang tak ringkas
Sedang pada malam itu aku kau abadikan dalam penantian”.
Angin lagi tak akrab
Dijendela kamarku yang kecil
Disana penyerahan duniaku pada alam
Kulihat ada suatu dengan genap
“apa itu engkau
Berselendang datang antara payung hitam”
.png)


0 komentar: