manuskrip sunyi
aku berbincang pada sunyimeraba tembok kosong yang sepi
aku menalu, memukul air
dalam jambangan tempat ku mengusir gerah
aku berbicara pada sunyi
duduk dalam teras menemu ajal kan datang
sembari menunggu ku buat diriku berarti
seperti doa-doa biku yang tak menau akan melabu
aku berdiri diatas sunyi
dan engkau depanku akan menjadi api
pematik dan pembakar puluhan sajakku
di laci , dan itu tak mungkin berarti
tanah biru
lumut hijau
dan bibirmu abu-abu
aku tak tau itu
dan akhir, doaku
aku bisu
dan mati rasa
seperti halnya engkau. telah hilang tiada kabar atau bara
.png)


0 komentar: