Celoteh Lampu Jalan

21.44 0 Comments

sebenarnya aku tak ingin jadi apa-apa; sebelum kedatanganmu. aku lebih suka menjadi dedaunan yang diam hingga nanti datanglah ajal.

Selepas jalanan yang menurun itu aku lebih suka menjadi lampu jalan: yang serta merta menyembunyikan cahaya padamnya dibalik daun. Aku akan selalu melihatmu, mengenakan pakaian yang paling cantik yang kau miliki. kau selalu berkaca seperti ketakutan dan bertanya "apakah benar pakaianku sama serasinya dengan kulitku?" atau aku lebih suka kau berjalan pelan di bawahku, menunggu bus yang mungkin lebih lama dari pada kau bersolek.

Aku selalu disitu, memandangmu dari jauh. dari balik jendela yang setia padamu: ia sembunyikan segala rahasia tentangmu. Kadang juga aku akan ketakutan, kala memandangmu menangis di tepian jalanan yang kusinggahi

Jika tuhan berkehendak, serasanya aku hendak menjadi sebuah puisi yang paling kau sukai, lantas yang kau baca berulang-ulang sampai tertidur atau menjadi orang yang selalu datang pada malam-malam yang kau inginkan. tapi aku hanya cahaya yang setia mengantarmu menyusuri jalanan ini.



ilustrasi: http://g03.a.alicdn.com/kf/HTB1ILT2IXXXXXXDXFXXq6xXFXXXu/Modern-oil-font-b-painting-b-font-The-night-under-the-font-b-street-b-font.jpg

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: