Liburan Abnormal Hari Ini
“......itu semaca
komposisi yang aneh, separu.... lebih banyaknya jatuh” aku sedang memikirkannya
sekrang. Ini semacam kesenggangan buat otakmu saat harus berkutat pada tugas
akhir. Memikirkan ini semacam tidur sejenak setelah aktifitas lama dibulan
puasa. Nikmat tapi hanya sesaat. Kau harus tetap melaksanakan esok, menghadapi
yang lebih berat.
Apa hatiku seperti
seorang nabi? Ada seorang yang menghuninya sekarang. Ada bisikan. Ada jagung
bakar, daging bakar dan segala hal yang aku sukai. Ada mimpi ada juga kau
seperti patung happy prince yang bagus dengan mata batu zamrud. Aku berdoa
“iya” ini malaikat yang ada dalam kitab Al-Kudus.
Ini semacam tenggat waktu
pengumpulan tugasmu. Kau menunggu di ruang ruangan dosen, menantinya sampai,
sampai entah. Tapi itu nihil dan kau harus mengulang dikemudian hari. Payah. Semacam
itu. ini semacam kau terkesima membaca cerpen pendek seorang kawan yang sangat
pendek. Bisa menghiburmu tapi kau pernah puas dengan itu, kau menuntutnya untuk
menulis lagi.
Semacam aroma sayur sob
yang dimasakan ibumu dengan sambel trasi yang sadis di hidungmu tapi kau
membutuhkan kesabaran, karena belum waktu berbuka. Dan kau pura-pura mendekat
ke dapur seolah ingin bertanya “ibuku memang sangat jago”. Itu hanya membuatmu
bunuh diri.
Ini seperti kau tidak
tidur semalam karena takut tidak sahur. Namun pada akhirnya kau terlelap pada
jam-jam krusial. Maksudku jam sahur. Haha. Percuma nasi dan air putih yang
sudah kau siapkan jauh-jauh hari.
Semacam itukah.
Padri-padri tutuplah
matamu, kau akan mendengarnya
sangat dekat. Ini semacam aroma kopimu yang melewati lubang hidung, menyentuh
sarafmu yang menahan dahaga. Kita akan berjumpa melalui kamera yang kau
sukai itu. kita akan liburan disana, di foto hitam putih itu. kau harus segera
berlibur dan melewati tikungan yang penuh keemasan itu. mengantarmu pulang,
seperti anyir tongkol dan tuna yang selalu membuatmu pulang pada ibumu.
Kita ketawa bareng aja
deh. Ini sungguh ngaco.
.png)


0 komentar: