Siang
awan melenjarkan keringatseperti dulu-dulu aku masih perhitungan
memintal kata untuk pelepasan rindu
mengingat kosa aksara teruntuk nujum
putih awan kian tinggi
setinggi bercak-bercak noda dalam anganku
"ada yang mencuri bahasa yang kusiapkan semalam.
mirip kidung
tapi terbanta-banta
mirip syair
tapi tak ada keindahannya"
panas
secukupnya saja kau kuras
badanku lurus lagi tak bergerak
bila dikata: sekali tetak, tumbang rata dengan tanah
selayar menyusun
ku hirup lagi dengan dahaga yang menjala
"aksara apa yang harus terabaikan
dan aksara apa yang harus ku telan?" dipenghabisan yang gagal
.png)


0 komentar: