Dialog (malam)

09.47 0 Comments


(1)
 Pada suatu waktu aku berkata padamu
“Aku rindu”
Pada kala itu pula kau habisi aku dengan bahasamu
“Apa yang kau tukar, untuk rindu yang akan kulempar balikan itu?”
“Aku punya puisi dan kesetiaan” malam tambah lindap
“Tak cukup untuk membayar semua rindumu”
“Lalu?” dalam sempit secangkir kopi aku beranikan berenang
Meneguk penasaran
Sampai penghujung malam, cangkir mulai kosong
Dan sunyi kian menyereruak.
Dan akhirnya engkau diam membinasah.
(2)
Malam ini bulat dan telanjang
Si Nona depan mataku berbicara panjang lebar tentang dirinya
Dan tak ketinggalan, cintanya
Sendu rendah kali ini

“Cintaku tak mungkin terbawa lari”
“Kau harus putuskan Nona, taruh koper atau kemeja disini”
“Mantel siang hariku yang kehujanan”
“Apa kau akan bawa ke pelukan lain?”
 “Entah? bila itu dapat meredam dendam ini, mungkin iya” sambil mengisak redup mata

Semarang, April 15

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: