Mei Ini
subuh ini
aku benar-benar mengenalnya
dari arah pandangku--ada beberapa camar dari pelabuahan--ia mengusung sanak keluarganya
dan bau kopi tetangga belakang pintu rumahku benar-benar pekat
matari di sekitar ubun-ubunku
aku juga kenal sebelumnya--
nanti kau bisa temukan anak berlari menghindari angin dan koar orang tua mereka menahan langkah kakinya
dan sore ini
aku juga masih tak asing
ada mentari yang merapat di dermaga
beberapa induk semang ayam berkokok memanggil anaknya
bayang-bayang pun jadi begitu tambah panjang untuk merengkuh tiang listrik yang jauh
tapi malam ini
aku mulai tak mengenalnya
tiba-tiba mawar yang kemarin kau pupuk dan kau siram dengan air jambangan
tiba-tiba kau petik kelopaknya --satu persatu-- dan kau tebarkan
berharap engkau akan dapat temui ia berjalan ke arahmu
--sambil mengatakan, aku berdiri dan menangis untukmu juga-- aku seperti halnya engkau
.png)
.jpg)

0 komentar: