Angin Gantung Diri
angin tak lagi semestinyamemijit kakiku dengan lembut seperti dahulu
atau membelai kepalaku yang pening ini
angin yang seharusnya singgah mengetuk pintu
kini kabur mencari diri sendiri dilembah-lembah terjal
di pantai dan ngarai landai
dan dipemakaman batu
dihutan tak bertuan
angin lelah, penat dalam kesendirian
tangannya merangkak pada dinding-dinding kebosanan
antara doanya ia menyebut dewa pembawa mala petaka
angin telah gantung diri pada anggannya
ia telah bosan dan penat berkelana mencari angin yang serupa
bahkan dewa dan iblis pun jadi sama saja
bagai tuan penghuni dirinya
angin mati bunuh diri
dirantai angan dan hayalnya
yang tak sesetanpun yang tau
dan aku disitu
berdoa dalam bosan dan penat pula
.png)

0 komentar: