Jengah
Sumpah!
tumitku adalah rayap.
tak lantas diam pada sebuah tiang bendera
tumitku adalah rayap.
tak lantas diam pada sebuah tiang bendera
dengar pada batinku juga ada sebuah residu
mungkin sisa semalam, dari kopi dan sepotong korek
bagaimana jika bersabar?
kurasa tidak cukup
aku punya doa yang masih diambang semalam........
dan pada saat itu pula kau juga dengar
"lihat bulan bulat merah
penuh badan
kita kuyup dengan tawa"
harusnya itu jadi sair semalam
ingin dan saatnya pengen jadi nabi
mampu menyabarkan setiap abstraksi dalam dadanya.
iluatrasi: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA4UcYtpQ_pmHBuuUkMwVNw6_PDW0DvGfHXX8gzEpCX2wCLbiEB3R_ilzoYKV4dzRX65reFzNkyF2Zj8pDqMz7B4IB6VKyPpBURLhtq4t5rKhYrBIcGFZ1omQ-63KFDAXTLE_517GxZ_ai/s1600/lukisan+abstrak.JPG
mungkin sisa semalam, dari kopi dan sepotong korek
bagaimana jika bersabar?
kurasa tidak cukup
aku punya doa yang masih diambang semalam........
dan pada saat itu pula kau juga dengar
"lihat bulan bulat merah
penuh badan
kita kuyup dengan tawa"
harusnya itu jadi sair semalam
ingin dan saatnya pengen jadi nabi
mampu menyabarkan setiap abstraksi dalam dadanya.
iluatrasi: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA4UcYtpQ_pmHBuuUkMwVNw6_PDW0DvGfHXX8gzEpCX2wCLbiEB3R_ilzoYKV4dzRX65reFzNkyF2Zj8pDqMz7B4IB6VKyPpBURLhtq4t5rKhYrBIcGFZ1omQ-63KFDAXTLE_517GxZ_ai/s1600/lukisan+abstrak.JPG
.png)

0 komentar: