Kangen; Laut,Langit dan Kau
Hari ini aku baru saja mempelajari sesuatu yang ku kangeni. Belajar membaca; membaca matamu yang penuh rahasia, memngibaratkan sebagai lautan luas dan biru. Lautan yang pernah aku temui di depan rumahku, tentu dengan ombak, kapal nelayan yang lewat dari kejauhan, atau siluet batang-batang bambu yang menjadi tambatan perahu. Membayangkan matamu adalah laut atau langit di kampung halamanku yang selama ini aku rindukan.
Aku akrap dengan itu. Bahkan semenjak
sekolah menengah. Aku selalu menyembunyikan laut dan langit dalam kamarku. Seperti
bocah yang lagi jatuh cinta pada umumnya: aku egois, kekanak-kanakan dan sering
berbicara aku kangen kamu pada pesan pendekku padamu. Dan membuatkan puisi
tentang kangen dan laut atau langit. danitulah alasanku kenapa kukatakan padamu
aku menyembunyikan laut dan langit dalam kamarku sendiri. lalu kunikmati
sendiri. warna jingga dan ocehan burung-burung yang lewat.
Dalam bahasa manapun kangen adalah
bentuk ungkapan sepiku, sendiri bahkan masa lalu dan masa kiniku. Bukankah itu nyastra
untuk sebagian orang. bukankah kangen adalah bentuk ungkapan yang belum pernah
menepi pada apapun. Banyak sekali puisiku yang bernada kangen, tapi itu adalah
puisi gagal yang selalu aku buang di tempat terjauh dari otakku.
***
Kangen adalah fikiran selepas mengejar
layang-layang yang putus begitu saja. dan aku adalah bocah yang mulai
mengejarnya. Meraih benangnya. Menepis semua halangan. Penampang sawah bahkan
bisa saja tak ada artinya, bila kau berfikir “kau butuh keseimbangan”. Tapi itu semua tak berlaku.
***
Dan aku kangen soal kau yang dulu.
merupakan masa lalu yang datang padamu tiba-tiba dan ingin kau miliki sekarang.
adalah prahu kertas yang hanyut yang ingin kau rengkuh dikemudian jingga massa.
Dan kau
kangenku saat ini. masa lalu yang ada sekarang dan ingin aku rengkuh sekedarnya
saja. karena kau masa kanak-kanakku. Putaran bumi yang luput di perhitungkan
oleh Galile Galileo. Kegilaan yang lain pada diri Qais. Ida yang berbeda pada
diri Chairil Anwar. Dan rindu atau kangen untuk masa bocahku.
***
Aku egois. Menyimpanmu sendiri dan
tak pernah ingin ku bagi. Seperti senja dan laut juga langit dalam kamarku.
.png)


0 komentar: