Kangen; Laut,Langit dan Kau

17.09 0 Comments

           
Hari ini aku baru saja mempelajari sesuatu yang ku kangeni. Belajar membaca; membaca matamu yang penuh rahasia, memngibaratkan sebagai lautan luas dan biru. Lautan yang pernah aku temui di depan rumahku, tentu dengan ombak, kapal nelayan yang lewat dari kejauhan, atau siluet batang-batang bambu yang menjadi tambatan perahu. Membayangkan matamu adalah laut atau langit di kampung halamanku yang selama ini aku rindukan.

            Aku akrap dengan itu. Bahkan semenjak sekolah menengah. Aku selalu menyembunyikan laut dan langit dalam kamarku. Seperti bocah yang lagi jatuh cinta pada umumnya: aku egois, kekanak-kanakan dan sering berbicara aku kangen kamu pada pesan pendekku padamu. Dan membuatkan puisi tentang kangen dan laut atau langit. danitulah alasanku kenapa kukatakan padamu aku menyembunyikan laut dan langit dalam kamarku sendiri. lalu kunikmati sendiri. warna jingga dan ocehan burung-burung yang lewat.
            Dalam bahasa manapun kangen adalah bentuk ungkapan sepiku, sendiri bahkan masa lalu dan masa kiniku. Bukankah itu nyastra untuk sebagian orang. bukankah kangen adalah bentuk ungkapan yang belum pernah menepi pada apapun. Banyak sekali puisiku yang bernada kangen, tapi itu adalah puisi gagal yang selalu aku buang di tempat terjauh dari otakku.
***
            Kangen adalah fikiran selepas mengejar layang-layang yang putus begitu saja. dan aku adalah bocah yang mulai mengejarnya. Meraih benangnya. Menepis semua halangan. Penampang sawah bahkan bisa saja tak ada artinya, bila kau berfikir “kau butuh keseimbangan”.  Tapi itu semua tak berlaku.
***
            Dan aku kangen soal kau yang dulu. merupakan masa lalu yang datang padamu tiba-tiba dan ingin kau miliki sekarang. adalah prahu kertas yang hanyut yang ingin kau rengkuh dikemudian jingga massa.
Dan kau kangenku saat ini. masa lalu yang ada sekarang dan ingin aku rengkuh sekedarnya saja. karena kau masa kanak-kanakku. Putaran bumi yang luput di perhitungkan oleh Galile Galileo. Kegilaan yang lain pada diri Qais. Ida yang berbeda pada diri Chairil Anwar. Dan rindu atau kangen untuk masa bocahku.
***

            Aku egois. Menyimpanmu sendiri dan tak pernah ingin ku bagi. Seperti senja dan laut juga langit dalam kamarku.

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: