...."Kau Laut"

15.31 0 Comments

Mimpi mungkin berupa cermin kali ini. Perempuan yang pelupa itu datang dengan tanda tanya yang sangat banyak. Mungkin semacam “mesin peluru” yang melemparkan anak-anaknya secara beruntun dan bertahap.
Tak lagi ada catatan. Ia sekarang pandai menebak. Juga pandai merangkai teka-teki silang. Aku lebih suka memandangnya sebagai orang yang pelupa. Entahlah, yang penting begitulah ia, suka berbicara tapi pelupa memperkenalkan siapa yang sedang bosan.
Tak ada bayi dalam tubuhnya, aku melihatnya semacam malam yang tak pernah ku selesaikan. Dongeng yang melambung dan tak pernah ada rumah singgah.
“Aku menemukan laut” ucapnya. Dan kali ini aku menemukannya lagi, ku pertanyakan soal itu.
Ini pertemuan yang ke empat dari perjumpaan kala ia suka menguap ketika nonton film di sebuah parkiran.
Ia mengatakan aku adalah laut. Tapi aku membenci laut, laut adalah bahaya terbesar dunia. Kau tahu ketika Tsunami, atau laut pasang karena es. Ketika badai rumahku sering miring karenanya. Aku membenci laut. Bapakku dulu seorang pelaut. Aku benci itu, ia tak pernah membawa peranaan ikan yang selalu ku pesan. Akubenci laut sebagaimana wajarnya aku membenci diriku sendiri. Aku membenci laut, karena aku tak dapat meneguk airnya secara langsung
“Aku menemukan laut, wajar, sebagaimana laut biasanya, tapi kau menyimpan ombakmu sendiri”
Terlalu dini, tapi sudah ku pastikan. Pertama-kedua pertemuan aku adalah kabut yang masih terasa asing buatmu, mengganggu pandanganmu tapi kau penasaran. Lantas ketiganya aku akan menjadi darah, merah dan kau membencinya kala lepas dari tubuhmu. Dan selalu begitu, lekat padamu tapi tak pernah kau sadari, mengalir dan mungkin membawakan nafas untukmu kala ngomong yang tiada titik.
“Aku laut” begitulah kau selalu memujiku. Tapi untuk menyingkap rahasia laut, kau harus menyelaminya. Kau tak pernah tau bahaya atau keindahannya. Karena laut itu adalah langit yang penuh dengan rahasia. Bedanya, ia selalu basah seperti mata ibuku. Karena “jalan keluar satu-satunya adalah masuk”.


afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: