Sebab Kecemburuan

17.18 0 Comments

Tak ada yang lebih pandai berkisah soal burung melebihi ayahku.

Aku pun tak bisa. Semisal burung yang terbang dan menghancurkan pasukan raja Namrud. Atau sebuah elang yang selalu sendirian.

Ayahku sendiri bermata elang, bersuara gagak dan berwibawa seperti Titto Alba.

Ayahku bisa bercerita pada suatu hari ia telah jatuh cinta pada seekor burung. Cantik yang tak dapat terkira. Ia punya bulu merumbai, suara indah tapi berisik.  Ia mungil dan lincah. Katanya. “Aku melihatnya di pohon mauni” begitu ia sering bercakap pada saudara-saudaranya, pada anaknya, dan juga istrinya. Dan kadang cerita itulah yang membuat ibuku geram, mungkin lantaran ia cemburu.
Ku bilang pada ibuku “tak mengapa, toh itu hanya seekor burung”. Tetapi apa daya, tak ada yang mampu membendung kecemburuan sang kekasih. Mungkin di suatu pagi ibuku bisa-bisa minggat karna terlalu lelah hidup disekitar ayah. Mungkin juga ia kan membunuh ayah dengan 1001 caranya.
Tak ada percakapan sore itu. ayah masih saja bersiul, sedang gandrung akan seekor burung yang di temui di hutan. Dan ibuku sedang bersolek, “aku juga tak kalah cantik” mungkin begitulah yang sedang ia gumamkan dan gelisahkan.
Sebenarnya aku tak pernah melihat ibuku secemburu itu dan sependendam itu. “Gedung-gedung bertingkat telah mengganggu otak ibuku, ia merasa susah tak dapat membangun hutannya sendiri” begitulah ayah menenangkanku kala kita ngobrol soal kecemburuan itu, “tunggu saja ketika ia bisa melihat ayahmu ini dapat membawakan hutan yang selalu ia dengungkan itu”. Aku tak mengerti soal itu. Aku juga serasa ingin uring-uringan tapi aku hanyalah pemisah antara malam dan siang bagi kedua belah pihak. Tetapi layaknya pemisah aku juga garus ikut mengikat mereka. layaknya senja atau fajar.
“Ibu menyerah” katanya sambil pergi dari rumah dan ayahku tetap menyanjung fikirannya yang entah di antrabrata.
“Tak ada tanda tanya bagiku” begitulah ayah menegaskanku.

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: