Langit

14.52 0 Comments

Di kota orang melupakan langit. mereka lebih memilih melihat lampu. Langit memberi mereka misteri. Sedang lampu memberi mereka keindahan di depan mata. Langit membuat mereka menerka-nerka. “Ada apa disana?”. Sedang lampu telah tampak di permukaan mata. Dan mereka tidak lagi berfikir dan menerka-nerka lagi.
Di desa, orang tak ada yang punya lampu. Maka langit adalah tempat paling terang untuk mata mereka. Salah satu dari mereka juga selalu berkata “Tuhan memang benar, kalau langit itu indah”. Lantas pada suatu perlarian, ia membuat kabar dengan menulisnya di sebuah kertas. Mereka juga senantiasa mengirimnya lewat beberapa bentuk pos. Bisa lewat merpati, bisa lewat kaleng yang di lemparkan ke sungai-sungai.
Pada arus yang kesekian atau pada desa yang kesekian, kabar itu di temukan. Lantas beberapa orang lantas berkata “lampu adalah kutukan, mereka memakan lahan kita untuk membuat pembangkit listrik, mereka merusak alam kita untuk membangun tiang-tiang. Mereka menaruh kabel yang semrawut untuk membunuh para burung yang bertengger di atasnya”. Tak lama setelah itu ada lagi yang mengatakan “lampu membuat kita tak pernah bersukur pada Tuhan”
Pada akhirnya pada malam yang separo telanjang atau total. Mereka mendatangi hutan-hutan yang masih gelap, langit-langit yang masih prawan. Mereka mulai membuat perayaan tentang langit. mereka mulai membuat pertanda dan menandai bintang-bintang yang baru di lahirkan oleh langit. “itu venus dewa kecantikan” katanya dari salah satu mereka.
Mereka merayakannya dan terus mengatakan, langit tak hanya milik para dewa, langit juga bukan yang rahasia. Dewa-dewa harusnya senantiasa memberi mereka bocoran soal apapun yang mereka lakukan.
Sedangkan orang perkotaan lebih memilih, bahwa langit adalah tempat para rahasia yang penuh rahasia dan tak boleh kita intip setiap malam, jadi mata mereka mengalihkan kepada lampu.

Maka aku akan berdoa menjadi langit di perkotaan yang dilupakan dan berdoa menjadi orang-orang di pedesaan yang senantiasa bersukur akan adanya langit.  

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: