Berlibur Di Matamu
Semarang lagi hujan, cuman rinai saja, tak juga gerimis. Mungkin sudah
sebulan terahir ini (bisa saja kurang-bisa saja tambah) yang penting terasa
nyaman saja. Ditambah lagi, tak ada kabar apapun dari dalam ponselku, maksudku
soal wanita atau semacam “kau kumpul sekarang di taman karena makalah belum
jadi”. Betapa nyaman bukan. Serasa berlibur betulan. Berkah hujan.
Sejuk, juga jarang-jarang semarang semacam ini. Mungkin bisa saja aku berkulit
putih. Nikmatilah selagi masih resah. Tapi tetap aku tak suka di kosku. Soalnya
kamarku semacam “pulau kapuk” yang basah. Rasanya teringat betul rumah,
membayangkan beberapa camar, ombak dan lain sebagainya. Mungkin hari ini juga
tampak indah, aku suka orang berjalan dengan payung. Terutama wanita. Ditambah lagi
gadis kampus, duh indah sekali. makanya itu aku pilih tempat di kantin dan
bangku paling depan.
Ia berjalan melewati rimbun tumbuhan taman yang tak berapa luas, dan
jatuhlah airnya melewati payung.
Kembali pada pantai, tak kira gak ada yang lebih indah tempat ini kecuali
pantai. Tapi pagi ini aku menemukan keindahan yaitu matamu. Semacam pantai. Aku
pernah mendengar penyanjungan seorang gubernur terhadap mata seorang gadis kala
membeli shal. “cocok dengan matamu” katanya tapi yang ingin aku katakan adalah “aku
liburan di matamu” sebenar-benarnya liburan.
.png)

0 komentar: