Berlibur Di Matamu

13.26 0 Comments

Semarang lagi hujan, cuman rinai saja, tak juga gerimis. Mungkin sudah sebulan terahir ini (bisa saja kurang-bisa saja tambah) yang penting terasa nyaman saja. Ditambah lagi, tak ada kabar apapun dari dalam ponselku, maksudku soal wanita atau semacam “kau kumpul sekarang di taman karena makalah belum jadi”. Betapa nyaman bukan. Serasa berlibur betulan. Berkah hujan.
Sejuk, juga jarang-jarang semarang semacam ini. Mungkin bisa saja aku berkulit putih. Nikmatilah selagi masih resah. Tapi tetap aku tak suka di kosku. Soalnya kamarku semacam “pulau kapuk” yang basah. Rasanya teringat betul rumah, membayangkan beberapa camar, ombak dan lain sebagainya. Mungkin hari ini juga tampak indah, aku suka orang berjalan dengan payung. Terutama wanita. Ditambah lagi gadis kampus, duh indah sekali. makanya itu aku pilih tempat di kantin dan bangku paling depan.
Ia berjalan melewati rimbun tumbuhan taman yang tak berapa luas, dan jatuhlah  airnya melewati payung.
Kembali pada pantai, tak kira gak ada yang lebih indah tempat ini kecuali pantai. Tapi pagi ini aku menemukan keindahan yaitu matamu. Semacam pantai. Aku pernah mendengar penyanjungan seorang gubernur terhadap mata seorang gadis kala membeli shal. “cocok dengan matamu” katanya tapi yang ingin aku katakan adalah “aku liburan di matamu” sebenar-benarnya liburan.

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: