Jadilah Kita Semesta

21.04 0 Comments

Ini cerita dua seteru, dan para penyimpan rahasia dalam dirinya.
Kau langit yang tinggi dan aku laut yang luas, kita saling berhadapan dalam beberapa kesempatan. Pada suatau ketika aku merasa “ingin” padamu, langit. Aku melihatmu sangat indah ketika senja. Dengan pipimu yang kesenjaan, kau tampak lebih manis, lebih ringan senyum dan  kala malam luas aku selalu menatapmu sangat sederhana. Aku melihatmu, memakai perhiasan yang begitu indah. Dimana para pelaut menyebutnya sebagai gemintang.
***
 Kau laut yang pandai dan sangat dermawan. Kau berada di bawahku, ku berfikir pada suatu ketika, pada dunia memiliki sudut yang berbeda aku merasa, kau akan tumpah padaku dan mengintip setiap inci pada diriku. Bahwa aku punya rasi bintang yang pernah ku gambar serupa jantungmu. Itu selalu berdetak dalam tubuhku. Yang tersebut  rasi Pices dari para Astronomi.
***
Jangan pernah berkhayal. Ia akan selalu disana, laut. Di ataslah ia tampak cantik dan rambutnya yang tergerai hitam begitu tampak menawan. Kenapa kau berharap ia jatuh dan membuat keajaiban. Seolah apel yang membuka teori seorang fisikawan ternama, Newton. Aku fikir, aku adalah laut yang selalu membuat kesalahan. Aku selalu membuat awan yang lincah dalam alis dan pipinya yang lebih indah. Aku terlalu takut dan tak pernah melepaskan apapun selain pandangan yang sederhana padanya.
***
  Zeus telah gegabah, kenapa ia menyuruh Posedon menetap dalam dirimu. Pernah ia berfikir bahwa posedonlah yang mengendalikan dirimu hingga kadang kau tampak begitu marah, kau tampak sangat murka. Lihat betapa menyenangkannya jika kau membagi jantung-jantungmu ke berbagai daratan, lantas beberapa orang menganggapnya itu adalah ikan. Lihat, anak-anak kecil itu begitu pandai dan selalu bertanya pada ayahnya tentang jantungmu yang dibawanya pulang. Dan aku pernah melihatnya sekali sambil, tentu itu ku dengar dengan sangat seksama “lihat ayah pulang, membawa gurita yang selalu kau bayangkan bahwa ia berkaki lebih dari delapan” kata seorang lelaki itu ringan pada anaknya.
***
Ku fikir pembicaraan beberapa pilot pesawat saat ia berlibur sangat tak masuk akal. “langit memang sulit, kau tahu, kadang ia sangat marah pada suatu saat pulalah ia tampak sangat indah” katanya saat menjulurkan kakinya digelombang kecilku. Itu hanya bualan belaka. Jelas, aku lebih mengenalmu. Kau selalu tampak cantik diatas sana dan terlalu menawan untuk tak dilihat.
Aku akan bangun sangat pagi dan melihatmu seindah saat aku melihatmu ketika mulai senja.
***
Tetaplah disana, pada suatu kesempatan. Zeus dan Posedon akan berbaikan, ketika mengetahui bahwa pencuri petir bukan anak dari Posedon. Mereka akan akarap lagi dan kita akan saling ertemu satu sama lain. Menghabiskan saling menatap sedekat mungkin. Dan mulai ku bisikan bahwa “tetaplah jernih, dengan begitu aku akan siap bersolek dihadapanmu, dan aku akan selalu melihat mataku sendiri yang selalu berbinar untukmu” dan “jangan pernah marah pada siapapun, karena manusia tak pernah sadar untuk kapanpun” meskipun ia telah membuat lubang dalam tubuhku.

***

Boooooooommmmmmmmmmm……seperti kisah jagat raya. Bigbang akan tercipta lagi.

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: