98 Mu Bu
Ritual Tolak Sial
Karena alesan apa,
kejadian itu pernah menimpa padaku. Keponakanku mengalaminya. Ia harus berada
dalam engkrak untuk pemuangnya. Katanya dengan alasan pembuangan sial, ibu dan
nenekku percaya jika seorang terlahir dalam weton yang serupa dengan ibunya,
maka pantas ia menerima. Di buang di bawah pohon atau apapun. Ini hanya sebuah ritual.
Dan berdasarkan kesepakatan seorang kerabat dekat harus benar-benar
mengambilnya dengan sarat ia menganggapnya sebagai anaknya sendiri. dengan
membeli perhiasa dan lain sebagainya.
Setelah dewasa pun sama. Ia
harus tetap menganggapnya anaknya, menerimanya bertamu dengan segembira seperti
anaknya.
98
Aku terlahir dalam hal
yang hiruk pikuk. Dalam tahun 96 dan pada tahun 98 itulah puncaknya. Ibuku mulai
menawar kipas angin dan ibuku mulai belajar membaca pada dinding kamarnya yang
penuh koran. Aku suka melihatnya meraba-raba dinding. Menempel koran sebagai
bagian dari dinding guna penangkal rasa dingin. Sambil membacanya dengan
perlahat. Dengan suara, dengan mulut yang bergerak.
98 adalah ibuku menawar
kipas angin yang seharga 15 ribu. Setelah itu ia meninggalkannya selebih satu
hari dan kembali lagi, harganya tiba-tiba menjadi 100 rb. Tapi itu setimpal
untuk sekarang, kipas itu masih ada dan masih berfungsi sebagai peneman nonton
tv.
.png)


0 komentar: