Jendral Kura-Kura

14.41 , 0 Comments

           
“Dengar, aku telah tersesat” katanya pada tukik-tukik kecilnya. Tukik dengan pipi bongsor dan senyum lucu. Ia sekarang telah menjadi jedral. Jendral para kura-kura.
            Ini perjalanan yang lama, ia merasa gelar jendral kura-kura bukan bagiannya. Ia bahkan tak pernah paham membedakan kaki dan tangannya. Tidak bisa membedakan sisi kanan tempurung maupun kiri tempurungnya. Ia selalu berfikir semacam itu. Ia akan berenang pada terumbu terdekat hanya untuk menyendiri. Kadang perli ke laut bebas hanya untuk melihat air laut disekitarnya tanpa ada tujuannya. Begitu jendral kura-kura itu selalu mempertimbangkan kelakuan anehnya yang tak perlu terdaftar dalam hal kepemimpinan. Itu hanya buang-buang waktu, fikirnya. Bahkan ia mampu mempertanyakan lebih banyak dari bagian dirinya yang tak pantas dari sifat kepemimpinan. Tapi itu sudah tak berguna sekarang. Ia telah terpilih menjadi jendral kura-kura.  
            “Sekarang aku sudah menjadi jendral katanya” perhitungannya dimulai. kini ia sedang berada pada pandai dangkal. Dan ia sengaja mengurung diri pada tempurungnya. Begitulah kesedihan itu dimulai dan pengembaraan itu akan berawal. Ia memang banyak cerita pada kepalanya, banyak kisah orang-orang hebat, banyak kebebasan dalam dirinya. “namun itu belum cukup” katanya.
***
            Sepanjang hari ia memperhitungkan gelar jendral yang ia sandang. Ia punya banyak keluhan atas itu dan buntu otaknya. Pertanyaan-pertanyaan yang lantas berkembang adalah “bagaimana aku akan memimpin ini, menyelamatkan mereka dari badai arus dalam, bagaimana membawa mereka menemukan pantai-pantai untuk meninggalkan telur” selalu begitu ucapnya. Dan itu semua baru saja ia terima hari ini. dan ia belum dapatkan apa yang seharusnya ia pertanyakan.
Jendral-jendral
             Ia sedang meremas gangga untuk makan malamnya- dengan kakinya atau tagannya- namun selera makan itu telah hilang hari ini. Tak ada yang perlu diisi hari ini. seolah fikirnya begitu. Dia juga berfikir mungkin juga organ pada salah satu perutnya telah pergi sehingga rasa kosong biasanya menyerang tidak terasa lagi. hanya saja itu terasa benar-benar aneh hari ini.
            Menurutnya, hari ini tidak perlu mengisi apapun. Imajinasi dan lain sebagainya. yang ia butuhkan sekarang adalah bagaimana memecahkan kata “jendral-jendral”. Sebuah kalimat yang begitu tersohor tapi menjadi beban dalamotaknya. Ia meninggalkan meja makan. Keinginannya bahwa makan malam seharusnya lengang kini telah tercapai sudah, hanya dengan cara memikirkan kata jendral itu.
***
            Tukik-tukik itu memanggilnya dalam suara lucu. “Jendral apa yang sedang kau fikirkan?” katanya dengan nada anak yang pandai berbahagia. “Aku hanya memikirkan bagaimana menemukan jalan” kata jendral itu
            “Bukankah kura-kura akan selalu menemukan jalan pulang, tanpa ada panduan, bukankah begitu jendral?” kata tukik dengan ringan.


Pada suatu angin yang terasa sepi dan malam yang terasa dingin nanti: aku berharap sang jendral akan tetap selalu tersenyum. Itu saja.

afifi

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: